Warning: ftp_nlist() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/slb/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 420

Warning: ftp_pwd() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/slb/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 230

Warning: ftp_pwd() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/slb/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 230

Warning: ftp_pwd() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/slb/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 230

Warning: ftp_nlist() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/slb/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 420

Warning: ftp_pwd() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/slb/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 230

Warning: ftp_pwd() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/slb/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 230

Warning: ftp_pwd() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/slb/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 717

Warning: ftp_nlist() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/slb/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 420

Warning: ftp_pwd() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/slb/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 230

Warning: ftp_pwd() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/slb/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 230

Warning: ftp_pwd() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/slb/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 230

Warning: ftp_nlist() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/slb/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 420

Warning: ftp_pwd() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/slb/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 230

Warning: ftp_pwd() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/slb/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 230

Warning: ftp_pwd() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/slb/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 717

Warning: ftp_mkdir() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/slb/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 560

Warning: ftp_nlist() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/slb/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 420

Warning: ftp_pwd() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/slb/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 230

Warning: ftp_pwd() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/slb/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 230

Menangani Kenakalan Anak

  1. Mulailah mengajarkan perilaku baik sesegera mungkin. Anda harus mulai mengajarkan respons terhadap rangsangan dan perilaku yang baik dan sehat sedini mungkin. Ketika Anda melihat mereka mengembangkan perilaku buruk, jangan biarkan perilaku itu lepas atau menganggapnya sebagai sesuatu yang akan berlalu. Katakan bahwa apa yang mereka lakukan salah dan kemudian tunjukkan cara bersikap yang lebih baik.
  • Anda juga perlu mencontohkan perilaku baik dalam upaya membantu anak belajar. Ketika mereka melihat Anda melakukan sesuatu yang “nakal”, izinkan mereka “menghukum” Anda selama beberapa menit
      2. Hadiahi anak karena berperilaku baik. Ketika anak melakukan sesuatu dengan baik atau benar, Anda    harus menghadiahi perilaku tersebut. Ini disebut dorongan positif dan akan mengajarkan anak untuk mengasosiasikan bahwa sesuatu yang baik terjadi dengan berperilaku baik. Jika Anda fokus untuk benar-benar menggunakan umpan balik semacam ini setiap waktu, anak Anda akan jauh lebih condong pada perilaku baik.

  • Dorongan positif juga tidak perlu berupa sebutir permen (walaupun Anda boleh melakukannya sesekali). Dorongan positif bisa berupa pelukan, tidur dengan Anda, atau memainkan permainan favoritnya bersama Anda.
    3. Tetapkan batasan dan patuhi dengan tegas. Kenakalan anak berusia 2 tahun adalah tahap normal perkembangan anak yang berpusat di sekitar menguji batasan dan mencari tahu cara untuk mandiri. Penting sekali memanfaatkan masa ini untuk menetapkan batasan untuk anak dan mengajari mereka bahwa batasan itu tegas. Jika Anda tidak melakukan hal ini, maka anak kemungkinan akan memiliki masalah perilaku selama beberapa tahun. Anak harus tahu bahwa bila Anda mengatakan tidak atau menyuruh mereka melakukan sesuatu, Anda benar-benar serius. Negosiasi berarti akan lebih banyak penyanggahan.

    • Sebagai contoh, katakanlah Anda memperbolehkan Jon makan penganan penutup setelah menghabiskan semua makanannya. Sekarang, dia hampir menghabiskan makanannya kecuali mungkin satu atau dua gigit lagi (mungkin sayur?). Anda tidak boleh berkompromi di sini dan memberinya penganan penutup karena ia akan mencoba hal ini lagi dan lain kali hanya sedikit yang dihabiskan.
    • Contoh lain adalah waktu tidur. Misalnya Anda memiliki peraturan bahwa Sara harus membaca sendiri sampai tidur jam 19:30, tepat setelah makan malam dan menggosok gigi. Ia tidak boleh terganggu oleh mainan baru yang dibelikan nenek dan mengganggu rutinitasnya yang biasa. Mainan tersebut bisa menunggu sampai pagi hari, bahkan bila itu berarti ia mengamuk sekarang.